Sunday, October 30, 2011
Gadai Emas Pegadaian tak Tergeser Perbankan Syariah
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA
Meningkatnya bisnis gadai emas di perbankan syariah tidak membuat Perum Pegadaian kehilangan nasabah. Pegadaian mampu meraih laba Rp 1,9 triliun dan menjual hingga 1,4 ton emas per September 2011.
Peningkatan omset gadai emas Pegadaian cukup signifikan, yakni mencapai Rp 10 miliar dalam sembilan bulan. Pada akhir 2010, Perum Pegadaian mampu meraih omset gadai emas hingga Rp 62 triliun. Jumlah itu meningkat menjadi Rp 72 triliun per September 2011. “Kalau dikatakan nasabah Pegadaian direbut perbankan syariah, itu tidak. Kami masih banyak peluang garap gadai emas, “ ujar Direktur Operasional Perum Pegadaian, Mochamad Edy Prayitno, Kamis (27/10).
Menurutnya, bisnis gadai emas di Pegadaian melayani pembiayaan dari Rp 20 ribu hingga Rp 20 juta. Dengan bermain di level mikro, Pegadaian tidak kehilangan nasabah. “Kita terima yang kecil-kecil, ritel, tidak main sampai kiloan, “ ujarnya.Selain di level mikro, Pegadaian berani mematok Loan to Value (LTV) atau rasio nilai barang hingga 93 persen. Hal itu didukung pula nasabah yang menggunakan gadai emas karena membutuhkan dana darurat, bukan spekulasi. “Orang datang ke pegadaian butuh dana untuk usaha produktif sehingga kami tidak merugi, “ ujar dia.
Laba Pegadaian juga berasal dari penjualan emas. Per September 2011, penjualan emas di Pegadaian mencapai 1,4 ton. Untuk mengantisipasi kerugian, Pegadaian mematok uang muka hingga 20 persen pada penjualan emas.
Menurut Edy, sebagian besar emas tersebut digunakan nasabah sebagai investasi. Karena itu, Pegadaian tidak menanggung kerugian akibat penarikan emas besar-besaran ketika harga di pasaran naik. “Bisnis emas akan berkilau jika digunakan untuk usaha produktif, yang bahaya digunakan sebagai capital gain, “ ujarnya.
Redaktur: Johar Arif
Reporter: Nuraini
Friday, October 28, 2011
Buku: Panduan Praktis Transaksi Perbankan Syariah
| Judul buku: Panduan praktis transaksi perbankan syariah | |
| Edition | cet. 1 |
| Call Number | 2X4.27 Zul p |
| ISBN/ISSN | 9799140269 |
| Author(s) | Zulkifli, Sunarto |
| Subject(s) | Bank Islam |
| Classification | 2X4.27 |
| Series Title | |
| GMD | Printed Book |
| Language | |
| Publisher | Zikrul Hakim |
| Publishing Year | 2003 |
| Publishing Place | Jakarta |
| Collation | xvi, 160 hlm. : ilus; 24 cm. |
| Abstract/Notes | Bibliografi hlm. 159 |
Jakarta (14/10)- Indonesia memiliki prestasi membanggakan dalam keuangan syariah. Berdasarkan Islamic Finance Country Index , industri keuangan syariah Indonesia menduduki peringkat keempat dunia. Posisi Indonesia berada di bawah Iran, Malaysia, dan Arab Saudi.
“Peringkat ini cukup membanggakan karena di bawah kita adalah negara-negara besar seperti Kuwait, Emirat Arab, dan Inggris,” ujar Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia, Mulya E Siregar, saat memberi sambutan dalam peluncuran komoditi syariah di Jakarta, Kamis (13/10).
Mulya optimis tahun depan Indonesia akan menduduki peringkat ketiga. Oleh karena itu ia menghimbau kepada seluruh pihak yang terkait agar terus melakukan pengembangan terhadap industri keuangan syariah.
Ia menekankan pengembangan pada produk syariah, khususnya produk syariah base. Sedangkan produk syariah komplien dikembangkan secara selektif.
“Ke depan, kita fokuskan ke produk syariah base, tetapi untuk akselesai tetap perlu dikembangkan syariah komplien secara selektif, “ tandasnya.(ul)
Jakarta (14/10)- Indonesia memiliki prestasi membanggakan dalam keuangan syariah. Berdasarkan Islamic Finance Country Index , industri keuangan syariah Indonesia menduduki peringkat keempat dunia. Posisi Indonesia berada di bawah Iran, Malaysia, dan Arab Saudi.
“Peringkat ini cukup membanggakan karena di bawah kita adalah negara-negara besar seperti Kuwait, Emirat Arab, dan Inggris,” ujar Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia, Mulya E Siregar, saat memberi sambutan dalam peluncuran komoditi syariah di Jakarta, Kamis (13/10).
Mulya optimis tahun depan Indonesia akan menduduki peringkat ketiga. Oleh karena itu ia menghimbau kepada seluruh pihak yang terkait agar terus melakukan pengembangan terhadap industri keuangan syariah.
Ia menekankan pengembangan pada produk syariah, khususnya produk syariah base. Sedangkan produk syariah komplien dikembangkan secara selektif.
“Ke depan, kita fokuskan ke produk syariah base, tetapi untuk akselesai tetap perlu dikembangkan syariah komplien secara selektif, “ tandasnya.(ul)
PT Bank Syariah Mandiri earn profit 134 billion
PT Bank Syariah Mandiri reported earnings results for the first quarter of 2011. For the quarter, the company reported IDR 134 billion ($14.6 million) in net profit up 54.35% from the same period last year. The increase in net profit was attributable to a 42.83% rise in company income to IDR 861.5 billion.
Thursday, April 29, 2010
Gadai Syariah, Motor Pertumbuhan Perbankan Syariah
Menurut Adiwarman, gadai syariah akan menjadi motor pertumbuhan itu. "Apalagi, saat ini perbankan syariah mulai banyak yang
fokus menggarap gadai syariah. "Kita lihat gadai syariah akan menjadi champion produk 2010," terangnya.
Banyak perbankan yang terjun ke bisnis gadai syariah karena produk itu sederhana KTA (Kredit Tanpa Agunan), aman dan likuid, serta ada celah gadai syariah yang tak kena Pencadangan Pengahapusan Aktiva Produktif (PPAP). "Lantaran ketiga hal inilah, tak heran, bank syariah mulai fokus masuk ke gadai syariah," kata Adiwarman.
Namun, lanjut Adiwarman, pergerakan perbankan syariah masih belum leluasa saat ini. Nyatanya, beberapa segmen hingga saat ini masih minim tergarap oleh perbankan syariah. "Hingga saat ini masih ada segmen yang sulit digarap dengan baik oleh bank syariah, meskipun kemauan kesana cukup tinggi," katanya.
Kedua segmen itu ialah segmen korporasi dan leasing. Untuk korporasi, katanya, keinginan perbankan syariah masuk
ke segmen ini cukup tinggi, namun masih terganjal oleh permodalan. "Syariah mau masuk ke sini, tapi tidak punya kemampuan, modal kecil," terangnya. Sementara, segmen leasing, perbankan syariah hingga saat ini belum menggarap segmen tersebut.
Selain itu, perbankan syariah juga masih kurang menggarap segmen nasabah prioritas dan mikro. "Kedua segmen ini masih minim digarap dan masih belum menyadari segmen ini, sehingga rame-rame masuknya ke gadai syariah," terang Adiwarman.
Tak hanya itu, banyak produk-produk manajemen yang dapat dikembangkan dalam perbankan syariah. Contohnya, wealth management yang belum dikembangkan di bank syariah. "Untuk priority bangking, deposito saja tentu tidak cukup menarik, maka harus ada produk wealth management," kata Adiwarman.
Sumber: KONTAN ONLINE
Gadai Syariah, Champion Product 2010
Setidaknya, ada tiga kelebihan dari gadai syariah yang menjadikannya sebagai primadona, yaitu KTA (Kredit Tanpa Agunan), aman dan likuid, serta ada celah yang tidak kena Pencadangan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP).
“Lantaran ketiga hal inilah, tak heran, bank syariah mulai fokus masuk ke gadai syariah. Kita lihat, gadai syariah akan menjadi champion product 2010″ ujar Adiwarman yang akrab dipanggil Bang Adi.
Adiwarman menambahkan, bank harus mulai melakukan inovasi produk, khususnya produk manajemen. Salah satu produk yang bisa digarap adalah produk wealth management. Wealth management merupakan produk perbankan yang khusus ditujukan kepada mereka yang memiliki banyak uang tetapi kurang mengerti bagaimana harus mengelola dananya. Untuk itu, kelompok kaya ini diberi berbagai fasilitas khusus dan memadai. Tentu saja, mereka juga mendapatkan layanan yang lebih pribadi baik bersifat perbankan maupun nonperbankan. (ind/wspd/blgkeu)
Sumber : Eramuslim