Tuesday, January 15, 2013

Laznas BSM Latih Pengurus Masjid

Jarkasih, pengurus Masjid Al Hidayah Rawamangun, Jaktim, sumringah. Bersama 19 pengurus masjid lainnya, Jarkasih yang sehari-hari bertugas sebagai guru di SMP Diponegoro Rawamangun, mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan Payment Point Online Bank (PPOB). Sunarto Zulkifli, kepala cabang BSM Cabang Roxi Jakbar menjelaskan Pelatihan Wirausaha PPOB baru kali pertama diadakan BSM bekerja sama dengan Laznas BSM. Menurut dia, Pelatihan Loket PPOB untuk masjid ditujukan agar terjadi proses pemberdayaan dan pengayaan fungsi masjid.

Lebih lanjut Sunarto menjelaskan secara detail apa yang dimaksud dengan Pelatihan Loket PPOB (Payment Point Online Bank), yaitu loket-loket yang bekerja sama dengan Bank Syariah Mandiri (BSM) dalam rangka menerima berbagai pembayaran dari masyarakat, seperti listrik, token, telepon, pulsa, dan lain-lain. “Tujuan BSM membentuk PPOB adalah untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses loket yang lebih dekat. Selain itu, BSM berharap dapat menghidupkan bisnis UKM, terutama yang berminat mendirikan loket PPOB,” kata Sunarto kepada Republika Kamis (27/12) di Jakarta.

Kegiatan kali pertama yang diprakarsai Laznas BSM ini diikuti 20 peserta dari 10 masjid di wilayah Jakarta dan Tangerang. Ia menjelaskan akan diikuti dengan gelombang berikutnya. Menurut dia, loket PPOB butuh kepercayaan dari masyarakat. “Nah, masjid kami pandang lebih kredibel dibandingkan loket perorangan. Selain kepercayaan, Loket PPOB ini juga memberikan keuntungan yang menjanjikan bagi masjid,” ujarnya menambahkan.

Direktur Laznas BSM, Muhammad Kiagus Tohir, mengungkapkan pelatihan bagi pengurus masjid ini bagian dari program Mitra Umat yang selama ini sudah dilaksanakan Laznas BSM, antara lain, bantuan permodalan bagi UKM dan Lembaga Keuangan Syariah (LKS), seperti BMT yang menjadi ujung tombak BSM di daerah-daerah. “Tujuan pelatihan ini, kita ingin menghidupkan UKM-UKM apalagi masjid merupakan tempat strategis sehingga memudahkan masyarakat mengakses loket pembayaran listrik, telepon, dan lainnya.” (damanhuri zuhri/Republika)

Thursday, June 21, 2012

Simulasi Murabahah

Seorang Pengusaha bermaksud untuk membeli property berupa ruko dan sebuah Villa yang terletak di Kota Tangerang dan BSD, harga Ruko yang ditawarkan adalah senilai Rp 800 juta dan harga villa yang ditawarkan senilai Rp 500 juta. Nasabah adalah seorang pengusaha dengan penghasilan bersih setiap bulannya sebesar Rp 40 juta. Apabila nasabah memiliki uang muka senilai Rp 400 juta dan datang ke Bank Syariah ABC untuk mengajukan pembiayaan, uraikanlah:
a. Bagaimana struktur pembiayaan termasuk jangka waktu pembiayaan yang dapat diberikan nepada nasabah tersebut ?
b. Berapa pembiayaan yang dapat diberikan oleh Bank Syariah ABC ?
c. Berapa angsuran yang harus dibayarkan nasabah kepada Bank apabila price yang ditawarkan oleh Bank setara dengan 14,75% eff pa ? setara berapakah price yang ditawarkan Bank apabila dikonversi menjadi flat dan total keuntungan yang akan diperoleh Bank selama 10 tahun tersebut ?

Jawab:
Dengan penghasilan bersih nasabah sebesar Rp 40 juta per bulan dan penetapatan DSR (Debt Service Ratio) maksimum 40%, maka maksimum kewajiban nasabah kepada pihak lain (dalam hal ini Bank) aalah sebesar Rp 16 juta/bulan.

Berdasarkan data maksimum kewajiban nasabah tersebut maka struktur pembiayaan yang dapat diberikan kepada nasabah adalah jenis pembiayaan Al-Murabahah dengan skema pembiayaan dengan jangka waktu 10 tahun sebagai berikut:
• Harga Beli Ruko dan Villa: Rp 1.300.000.000,00
• Margin Keuntungan Bank: Rp 825.920.152,39
• Harga Jual Bank: Rp 2.125.920.152,39
• Angsuran Pendahuluan: Rp 400.000.000,00
• Sisa Angsuran: Rp 1.725.920.152,39
• Angsuran per bulan: Rp 14.382.667,94
• Pembiayaan Bank: Rp 900.000.000,00

Bank mengambil keuntungan sebesar 63,53% dari harga beli awal, dan setara dengan 9,18% flat pa.

Peluang Kerjasama Untuk Lembaga Keuangan: BPR, BPRS, BMT, Koperasi

Transaksi di lembaga keuangan saat ini hanya berkutat di simpan pinjam saja, padahal ada banyak transaksi yang berdasarkan jasa atau lebih dikenal sebagai Fee Based Income. Sebagian besar lembaga keuangan mulai menjalankan transaksi FBI untuk meraup keuntungan.

Bank Syariah Mandiri saat ini sudah memiliki program kerjasama untuk BPRS, BPR, BMT dan Koperasi antara lain:
1. Western Union. Saat ini BSM adalah main agent untuk Western Union
2. Loket PPOB. Dengan kerjasama ini, lembaga keuangan dapat melayani pembayaran listrik, token listrik, telkom, pulsa dan pembayaran lainnya
3. Domestik remittance. Dengan kerjasama ini, lembaga keuangan dapat melayani transaksi transfer antar bank, RTGS, payrol. Saat ini lembaga keuangan seperti BPRS, BPR, BMT dan koperasi kesulitan melakukannya.

Untuk kerjasama ini, silakan kirim email ke: szulkifli@bsm.co.id

Dengan kerjasama ini, lembaga keuangan bisa mendapatkan tambahan keuntungan berupa Fee Based Income.

Peluang Bisnis Remittance

Pengiriman uang sudah menjadi peluang bisnis yang menarik. Jumlah TKI di luar negeri makin banyak. Selain yang bermasalah, sebagian besar TKI justru menghadirkan devisa yang besar untuk Indonesia. Setiap hari ada saja pengiriman uang dari luar negeri ke Indonesia, unsur yang terbesar adalah TKI.

Bank Syariah Mandiri hadir memberikan peluang bisnis dengan produk BSM Remittance. Perusahaan Remittance di luar negeri dapat menghubungi Bank Syariah Mandiri untuk penandatangan MoU kerjasama Remittance. BSM akan memberikan software remittance, sehingga perusahaan remittance di luar negeri dapat melayani transaksi pengiriman uang ke Indonesia.

Dengan menggunakan software Bank Syariah Mandiri, TKI di luar negeri dapat melakukan pengiriman uang kepada tertuju:
1. Semua cabang BSM
2. Semua bank di Indonesia
3. Seluruh Kantor Pos di Indonesia.

Uniknya, penerima kiriman uang tidak perlu memiliki rekening di bank, cukup mengambil di Kantor Pos setempat. Dengan demikian, selain kemudahan kerjasama ini membuat area pengiriman uang lebih luas diseluruh pelosok Indonesia.

Bagi yang berminat bisa menghubungi saya melalui email: szulkifli@bsm.co.id atau zulkifli24@yahoo.com


SELAMAT BERBISNIS

Catatan: Bagi masyarakat yang memiliki customer based TKI di luar negeri silakan mencoba seperti mahasiswa Indonesia, masyarakat Indonesia di luar negeri, dan lain-lain

Peluang Bisnis Loket PPOB

Saat ini PLN memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk melakukan pembayaran dimana pun. Hal ini menjadi peluang bisnis tersendiri. Saat ini berbagai loket pembayaran listrik bermunculan di sekitar rumah. Masyarakat saat ini dengan mudah menemukan lokasi pembayaran listrik.

Bagi kalangan tertentu, bank dan ATM masih menjadi pilihan. Tapi bagi kalangan lain, loket2 pembayaran di sekitar bisa menjadi pilihan tepat. Selain dekat dengan rumah, biayanya pun sangat murah HANYA Rp1.600. Biaya ini adalah biaya resmi yang dikenakan oleh PLN kepada pemakai listrik.

Bank Syariah Mandiri mengambil peran dalam bisnis ini dengan meluncurkan software pembayaran listrik bernama SYMPHONI (Syariah Mandiri Payment Host Online). Dengan menggunakan software ini, siapa pun bisa menjalankan bisnis loket PPOB (Payment Point Online Bank). Layanan SYMPHONI antara lain:
1. Pembayaran listrik
2. Penjualan token listrik
3. Pembayaran Telepon
4. Penjualan pulsa, semua operator
5. Pembayaran lainnya

Jika masyarakat sudah memiliki bisnis seperti toko, maka produk ini bisa menjadi pilihan tepat untuk menghadirkan masyarakat ke toko. Pastinya setiap orang harus membayar listrik kan? Sambilan bayar listrik, mereka bisa diarahkan untuk cross selling produk lain.

Siapa saja yang dapat membuka loket PPOB:
1. Perorangan
2. Pemilik warnet, games online
3. Pemilik usaha pengiriman dokumen
4. Sekolah
5. Dan lain-lain

Untuk kerjasama, kirim email ke szulkifli@bsm.co.id

SELAMAT BERBISNIS

Info lebih lanjut:
Baca di www.ppob-symphoni.blogspot.com

Thursday, May 24, 2012

Bank Syariah Diminta Permudah Pembiayaan Rumah

Sunday, 20 May 2012, 16:19 WIB
Bank Syariah Diminta Permudah Pembiayaan Rumah
Perbankan Syariah


REPUBLIKA.CO.ID, KARACHI -- Bank syariah diminta untuk mempermudah persyaratan nasabah yang ingin mengajukan pembiayaan rumah dengan prinsip syariah. Ahli ekonomi syariah Pakistan, Mufti Rafi Usmani, menilai saat ini pembiayaan rumah masih mempersulit nasabah.
"Kami menerima sejumlah keluhan yang mengatakan kesulitan dalam mengajukan pembiayaan rumah," katanya dalam acara Islamic Finance Expo and Conference di Karachi, seperti dilansir Daily Times, akhir pekan lalu.

Ia menambahkan bank syariah juga diminta untuk menyalurkan profit kepada deposan dan pemegang saham secara adil dan sesuai prinsip syariah. Bank wajib memberikan pengembalian yang adil bagi deposan yang menabung di perusahaan mereka. Usmani menekankan tingkat pengembalian dana di perbankan syariah harus sesuai dengan tingkat inflasi sehingga dana deposan tidak berubah.

Ia memperingatkan, perbankan syariah untuk tidak menggunakan 'dana haram' untuk transaksi syariah. Dana haram tidak dapat dikonversikan ke dana halal melalui industri syariah. Pemerintah diminta berpartisipasi untuk menghilangkan sistem bunga di perbankan negara tersebut.

Hal senada disebutkan Wakil Kanselir Ripha International University Islamabad, Dr Anis Ahmad. Menurutnya bank harus memberikan pengembalian yang adil kepada deposan dan pemegang saham. Dana ilegal tidak diperkenankan dalam perbankan syariah, kata dia.

Perbankan syariah di Pakistan tumbuh 30 persen dalam 12 tahun terakhir. Direktur Islamic Banking Department, SBP Zulfiqar Ali Khokhhar, mengungkapkan secara umum perbankan syariah akan tumbuh dari 8 menjadi 12 persen dalam dua tahun ke depan.
 

Redaktur: Dewi Mardiani
Reporter: Friska Yolanda

PERBANKAN SYARIAH raup laba bersih Rp581 miliar


Bisnis Indonesia, JAKARTA: Perbankan syariah meraup laba bersih sebesar Rp581 miliar pada triwulan I/2012 yang ditopang ekspansi pembiayaan yang tumbuh hampir 47%.


Berdasarkan data Bank Indonesia, industri perbankan syariah meraup laba bersih Rp581 miliar pada periode Januari--Maret 2012 meningkat 45% dibandingkan dengan setahun sebelumnya yang tercatat Rp400 miliar.


Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan operasional yang mencapai Rp3,74 triliun, dari setahun sebelumnya Rp2,76 triliun, terutama oleh ekspansi penyaluran pembiayaan.


Penyaluran pembiayaan tercatat mencapai Rp109,12%, tumbuh hampir 47% dibandingkan dengan setahun sebelumnya.


Sejalan dengan ekspansi pembiayaan dana pihak ketiga (DPK) yang dikelola oleh industri meningkat 50% menjadi Rp119,64 triliun dari sebelumnya Rp79,65 triliun. Adapun tingkat rasio intermediasi (financing to deposit ratio/FDR) tercatat 91,2%.


Bambang Widjanarko, Direktur Bisnis Bank Negara Indonesia Syariah (BNI Syariah), menilai kenaikan laba bersih didorong oleh pertumbuhan bisnis industri terutama dari pembiayaan.


Namun dia mengakui ada beberapa faktor sehingga pertumbuhan laba bersih masih di bawah ekspansi pembiayaan.

"Sebenarnya harusnya laba bersih tumbuh sebesar pembiayaan, tetapi mungkin ada masalah pricing  (margin/bagi hasil) yang turun akibat persaingan makin ketat," jelasnya kepada Bisnis, hari ini, Senin 21 Mei 2012.


Selain itu, lanjutnya, masih ada bank syariah yang bertumpu pada dana mahal atau deposito dalam ekspansi aset. Ini menyebabkan biaya dana yang dikeluarkan lebih tinggi dan akhirnya menggerus laba.

"Perbankan syariah juga sedang gencar ekspansi cabang. Investasi yang dikeluarkan jelas mengurangi laba. Namun strategi ekspansi masing-masing bank akan berdampak positif bagi pertumbuhan laba tahun-tahun berikutnya." (ra)