Manajemen Risiko Level 2 - Mind mapping risiko pasar
Thursday, January 22, 2015
Tuesday, October 28, 2014
Penagihan Nasabah Koperasi Tanpa Jaminan
Salah satu "penyakit" di bank adalah pembiayaan untuk koperasi yang bermasalah. Ada beberapa penyebab pembiayaan koperasi bermasalah, antara lain:
1. side streaming saat penyaluran dana. seharusnya dana disalurkan kepada anggota koperasi, malahan digunakan untuk usaha produktif
2. end user fiktif. Koperasi mengajukan nama fiktif
3. penggunaan nama end user (topengan)
4. side streaming angsuran. dana yang diterima koperasi tidak dibayarkan ke bank tapi diputar kembali
Repotnya, kebanyakan pembiayaan koperasi tidak punya jaminan.
Teknik penagihan untuk koperasi dapat dilakukan dengan cara:
1. Lakukan proses rekonsiliasi data bank dan data koperasi. Jika ada perbedaan angka, dapat diasumsikan suspect sidestreaming
2. Lakukan sampling end user. Apakah benar end user menerima pinjaman sesuai catatan di koperasi? Jika berbeda, maka dapat dipastikan dana dipakai pengurus atau pihak lain
3. Lakukan sampling juga pembayaran angsuran. Jika tidak sesuai dengan setoran bank, maka dipastikan dana terpakai pengurus
4. Atas dasar data tsb diatas, lakukan investigasi kepada pengurus koperasi. Lakukan "pressing" sampai ada pengakuan penggunaan dana. Buatkan Surat Pernyataan
5. Buatkan Surat Peringatan ke Koperasi, tembusan instansinya. Biasanya pengurus "takut" karena bisa jadi dipecat dan gak dapat pensiun
6. Kalau tidak mempan, lakukan somasi dengan kerjasama LAWYER. Kalau sudah pake lawyer, nasabah lebih "takut" dan biasanya akan melakukan pembayaran atau minimal minta penjadualan kembali pembayaran
Selamat mencoba
1. side streaming saat penyaluran dana. seharusnya dana disalurkan kepada anggota koperasi, malahan digunakan untuk usaha produktif
2. end user fiktif. Koperasi mengajukan nama fiktif
3. penggunaan nama end user (topengan)
4. side streaming angsuran. dana yang diterima koperasi tidak dibayarkan ke bank tapi diputar kembali
Repotnya, kebanyakan pembiayaan koperasi tidak punya jaminan.
Teknik penagihan untuk koperasi dapat dilakukan dengan cara:
1. Lakukan proses rekonsiliasi data bank dan data koperasi. Jika ada perbedaan angka, dapat diasumsikan suspect sidestreaming
2. Lakukan sampling end user. Apakah benar end user menerima pinjaman sesuai catatan di koperasi? Jika berbeda, maka dapat dipastikan dana dipakai pengurus atau pihak lain
3. Lakukan sampling juga pembayaran angsuran. Jika tidak sesuai dengan setoran bank, maka dipastikan dana terpakai pengurus
4. Atas dasar data tsb diatas, lakukan investigasi kepada pengurus koperasi. Lakukan "pressing" sampai ada pengakuan penggunaan dana. Buatkan Surat Pernyataan
5. Buatkan Surat Peringatan ke Koperasi, tembusan instansinya. Biasanya pengurus "takut" karena bisa jadi dipecat dan gak dapat pensiun
6. Kalau tidak mempan, lakukan somasi dengan kerjasama LAWYER. Kalau sudah pake lawyer, nasabah lebih "takut" dan biasanya akan melakukan pembayaran atau minimal minta penjadualan kembali pembayaran
Selamat mencoba
Wednesday, September 17, 2014
Penyebab Pembiayaan Bermasalah
Penanganan pembiayaan bermasalah dapat dianalogikan dengan dokter. Kita harus melakukan diagnosa terlebih dulu untuk mengetahui penyebab pembiayaan menjadi bermasalah.
Berdasarkan sumber pembayaran angsuran, penyebab pembiayaan bermasalah dapat dibagi menjadi 2: siklikal dan struktural.
1. Siklikal artinya, kejadian insidentil yang mempengaruhi keuangan nasabah, seperti: kecelakaan sehingga harus dirawat, anak masuk sekolah butuh biaya, dll.
2. Struktural artinya kejadian tetap yang berpengaruh negatif terhadap kemampuan bayar nasabah, seperti: PHK, perusahaan bangkrut, bad character dan lain-lain
Secara umum, berikut ini adalah beberapa penyebab pembiayaan bermasalah yang sering ditemukan:
1.Faktor bisnis: bisnis tertipu, pecah kongsi, PHK, ada kebijakan pemerintah
2.Faktor karakter: sulit dihubungi, no telpon terus berganti, nasabah hilang (skip), breaking the promise (sering ingkar janji), topengan, dan lain-lain
3.Faktor internal bank: perbedaan pencatatan sisa hutang, fiktif, fraud
Setelah mengetahui penyebabnya, maka kita akan dapat menentukan strategi penanganan pembiayaan bermasalah, antara lain:
1. penagihan intensif
2. restruktur
3. lelang
4. litigasi
Berdasarkan sumber pembayaran angsuran, penyebab pembiayaan bermasalah dapat dibagi menjadi 2: siklikal dan struktural.
1. Siklikal artinya, kejadian insidentil yang mempengaruhi keuangan nasabah, seperti: kecelakaan sehingga harus dirawat, anak masuk sekolah butuh biaya, dll.
2. Struktural artinya kejadian tetap yang berpengaruh negatif terhadap kemampuan bayar nasabah, seperti: PHK, perusahaan bangkrut, bad character dan lain-lain
Secara umum, berikut ini adalah beberapa penyebab pembiayaan bermasalah yang sering ditemukan:
1.Faktor bisnis: bisnis tertipu, pecah kongsi, PHK, ada kebijakan pemerintah
2.Faktor karakter: sulit dihubungi, no telpon terus berganti, nasabah hilang (skip), breaking the promise (sering ingkar janji), topengan, dan lain-lain
3.Faktor internal bank: perbedaan pencatatan sisa hutang, fiktif, fraud
Setelah mengetahui penyebabnya, maka kita akan dapat menentukan strategi penanganan pembiayaan bermasalah, antara lain:
1. penagihan intensif
2. restruktur
3. lelang
4. litigasi
Tuesday, September 16, 2014
Monitoring Pembiayaan, Hal Yang Terlupakan
Marketing bank terkadang lupa bahwa tugas monitoring pembiayaan dan penyelesaian pembiayaan bermasalah juga merupakan salah satu tanggung jawab utamanya. Marketing bank meluangkan seluruh tenaga, waktu dan pikiran untuk menggolkan sebuah proposal pembiayaan. Proses pembiayaan meliputi:
1. solisit,
2. investigasi,
3. pembuatan Nota Analisa,
4. Komite Pembiayaan,
5. SP3
6. Pengikatan
7. Pencairan
8. Monitoring
Setelah proses pencairan, Marketing seringkali merasa sudah selesai dan target tercapai. Padahal mereka lupa, pada saat pencairan terjadi saat itulah pedang sudah menempel di leher. Siap memotong leher marketing kalau tidak melakukan proses monitoring bisnis nasabah dan pembayaran. Marketing terkadang "melupakan" nasabah saat sudah cair, tidak memantau pembayaran angsuran. Baru terkaget-kaget kalau nasabah sudah masuk status NPF (Non Performing Financing).
Nah, all of Marketer. Ingat-ingat proses nomor 8 ya: MONITORING.
1. solisit,
2. investigasi,
3. pembuatan Nota Analisa,
4. Komite Pembiayaan,
5. SP3
6. Pengikatan
7. Pencairan
8. Monitoring
Setelah proses pencairan, Marketing seringkali merasa sudah selesai dan target tercapai. Padahal mereka lupa, pada saat pencairan terjadi saat itulah pedang sudah menempel di leher. Siap memotong leher marketing kalau tidak melakukan proses monitoring bisnis nasabah dan pembayaran. Marketing terkadang "melupakan" nasabah saat sudah cair, tidak memantau pembayaran angsuran. Baru terkaget-kaget kalau nasabah sudah masuk status NPF (Non Performing Financing).
Nah, all of Marketer. Ingat-ingat proses nomor 8 ya: MONITORING.
TEKNIK PENAGIHAN
Hampir semua bank memiliki pembiayaan bermasalah. Tapi yang terpenting adalah bagaimana cara menangani pembiayaan bermasalah dan bagaimana mencegah agar tidak terulang.
Ada beberapa teknik penagihan:
1. sms blast
2. tele collection
3. field collection
3 hal tersebut terlihat sederhana, tapi pada prakteknya tidaklah mudah. Kita akan banyak menemukan kasus perlawanan dari nasabah, baik fisik maupun legal.
Agar tidak terulang, setiap penyebab pembiayaan bermasalah harus diadministrasikan dengan baik. Dengan menggunakan pendekatan statistik, kita bisa membuat beberapa kesimpulan kenapa suatu pembiayaan bisa bermasalah. Atas dasar hal tersebut, Tim Penagihan dapat memberikan masukan kepada Unit Bisnis mengenai produk ataupun target market. Misalkan, pembiayaan sebaik tidak disalurkan ke daerah tertentu, pembiayaan akan bermasalah jika disalurkan kepada segmen tertentu, dan lain-lain
Jadi penagihan tidak sekadar penagihan tapi juga memberikan masukan yang terbaik bagi manajemen untuk melakukan evaluasi terhadap suatu produk ataupun target market.
Ada beberapa teknik penagihan:
1. sms blast
2. tele collection
3. field collection
3 hal tersebut terlihat sederhana, tapi pada prakteknya tidaklah mudah. Kita akan banyak menemukan kasus perlawanan dari nasabah, baik fisik maupun legal.
Agar tidak terulang, setiap penyebab pembiayaan bermasalah harus diadministrasikan dengan baik. Dengan menggunakan pendekatan statistik, kita bisa membuat beberapa kesimpulan kenapa suatu pembiayaan bisa bermasalah. Atas dasar hal tersebut, Tim Penagihan dapat memberikan masukan kepada Unit Bisnis mengenai produk ataupun target market. Misalkan, pembiayaan sebaik tidak disalurkan ke daerah tertentu, pembiayaan akan bermasalah jika disalurkan kepada segmen tertentu, dan lain-lain
Jadi penagihan tidak sekadar penagihan tapi juga memberikan masukan yang terbaik bagi manajemen untuk melakukan evaluasi terhadap suatu produk ataupun target market.
Subscribe to:
Posts (Atom)