Wednesday, September 17, 2014

Penyebab Pembiayaan Bermasalah

Penanganan pembiayaan bermasalah dapat dianalogikan dengan dokter. Kita harus melakukan diagnosa terlebih dulu untuk mengetahui penyebab pembiayaan menjadi bermasalah.

Berdasarkan sumber pembayaran angsuran, penyebab pembiayaan bermasalah dapat dibagi menjadi 2: siklikal dan struktural.

1. Siklikal artinya, kejadian insidentil yang mempengaruhi keuangan nasabah, seperti: kecelakaan sehingga harus dirawat, anak masuk sekolah butuh biaya, dll.
2. Struktural artinya kejadian tetap yang berpengaruh negatif terhadap kemampuan bayar nasabah, seperti: PHK, perusahaan bangkrut, bad character dan lain-lain

Secara umum, berikut ini adalah beberapa penyebab pembiayaan bermasalah yang sering ditemukan:
1.Faktor bisnis: bisnis tertipu, pecah kongsi, PHK, ada kebijakan pemerintah
2.Faktor karakter: sulit dihubungi, no telpon terus berganti, nasabah hilang (skip), breaking the promise (sering ingkar janji), topengan, dan lain-lain

3.Faktor internal bank: perbedaan pencatatan sisa hutang, fiktif, fraud

Setelah mengetahui penyebabnya, maka kita akan dapat menentukan strategi penanganan pembiayaan bermasalah, antara lain:
1. penagihan intensif
2. restruktur
3. lelang
4. litigasi

Tuesday, September 16, 2014

Monitoring Pembiayaan, Hal Yang Terlupakan

Marketing bank terkadang lupa bahwa tugas monitoring pembiayaan dan penyelesaian pembiayaan bermasalah juga merupakan salah satu tanggung jawab utamanya. Marketing bank meluangkan seluruh tenaga, waktu dan pikiran untuk menggolkan sebuah proposal pembiayaan. Proses pembiayaan meliputi:
1. solisit,
2. investigasi,
3. pembuatan Nota Analisa,
4. Komite Pembiayaan,
5. SP3
6. Pengikatan 
7. Pencairan
8. Monitoring

Setelah proses pencairan, Marketing seringkali merasa sudah selesai dan target tercapai. Padahal mereka lupa, pada saat pencairan terjadi saat itulah pedang sudah menempel di leher. Siap memotong leher marketing kalau tidak melakukan proses monitoring bisnis nasabah dan pembayaran. Marketing terkadang "melupakan" nasabah saat sudah cair, tidak memantau pembayaran angsuran. Baru terkaget-kaget kalau nasabah sudah masuk status NPF (Non Performing Financing).

Nah, all of Marketer. Ingat-ingat proses nomor 8 ya: MONITORING.

TEKNIK PENAGIHAN

Hampir semua bank memiliki pembiayaan bermasalah. Tapi yang terpenting adalah bagaimana cara menangani pembiayaan bermasalah dan bagaimana mencegah agar tidak terulang.

Ada beberapa teknik penagihan:
1. sms blast
2. tele collection
3. field collection

3 hal tersebut terlihat sederhana, tapi pada prakteknya tidaklah mudah. Kita akan banyak menemukan kasus perlawanan dari nasabah, baik fisik maupun legal.

Agar tidak terulang, setiap penyebab pembiayaan bermasalah harus diadministrasikan dengan baik. Dengan menggunakan pendekatan statistik, kita bisa membuat beberapa kesimpulan kenapa suatu pembiayaan bisa bermasalah. Atas dasar hal tersebut, Tim Penagihan dapat memberikan masukan kepada Unit Bisnis mengenai produk ataupun target market. Misalkan, pembiayaan sebaik tidak disalurkan ke daerah tertentu, pembiayaan akan bermasalah jika disalurkan kepada segmen tertentu, dan lain-lain

Jadi penagihan tidak sekadar penagihan tapi juga memberikan masukan yang terbaik bagi manajemen untuk melakukan evaluasi terhadap suatu produk ataupun target market.

Monday, September 15, 2014

BABY DAYS OUT – TOUR ISTANA PRESIDEN

#BSMWritersClub #BSMkompetisimenulis

Hari minggu tanggal 14 September 2014, aku ikut abiku jalan-jalan ke Istana Presiden Republik Indonesia. Hatiku senang sekali, karena ini pertama kali aku mengunjungi Istana Presiden. Oh iya, namaku M. Fatih Ashidqie, tapi biasa dipanggil Fatih saja. Dan ternyata aku adalah peserta paling muda di rombongan tour ini. Usiaku baru 9 bulan loh…
Pagi-pagi sekali aku sudah bangun. Ummi langsung memandikan dan tidak lupa mengganti pampersku. Maklum, aku lagi sering pipis, xixixi…

Sekitar jam 7 pagi, mobil parkir di sebuah gedung dipojokan jalan Thamrin. Aku pikir ini adalah istana Presiden. Eh ternyata, ini adalah kantor abiku, Bank Syariah Mandiri. Habis, gedungnya tinggi banget dan besar sekaleee…

Jam 9 pagi kami tiba di Istana Presiden. Pertama kali disuguhi pemutaran video tentang istana presiden. Suasananya terlalu protokoler dan tidak nyaman untuk anak-anak seperti aku. Cara presentasinya pun gak menarik, monoton banget. Aku intip beberapa pengunjung ada yang ngobrol, main gadget dan mengantuk. Aku sendiri mending mimik cucu ajaah, xixixi…

Setelah itu, kami menuju istana. Isinya bagus sekali, megah persis istana princess ana di film Frozen. Aku baru tau kalo ibu Negara suka foto-foto ya. Banyak sekali hasil karya beliau didalam istana. Persis banget sama ummi. Ummi aku paling narsis sedunia. Semua pose ada di ponselnya. Foto saat kasih makan aku ada, saat mandiin aku ada, saat ajak main ke lapangan dekat rumah ada, saat arisan ada, saat ganti pampers pun ada. Ckckck…

 Didalam istana terdapat beberapa patung dan foto para pendiri negeri ini pun terpampang di sana. Ada Gajahmada, pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol, dan Jendral Sudirman. Aku makin bangga dengan sejarah Indonesia yang begitu kental dengan perjuangan. Aku jadi ingat bagaimana perjuangan abiku di Bank Syariah Mandiri. Bukan lagi pergi pagi pulang petang, tapi kadang juga tidak pulang. Aku sendiri jarang ketemu abi kecuali hari sabtu atau minggu. Selebihnya, gak pernah ketemu. Abi pergi saat aku masih tidur, abi pulang saat aku sudah tidur. Malahan pernah tidak pulang satu minggu karena harus menagih hutang di luar kota. Paling-paling aku bisa lihat abi lewat ponsel ummi. Awalnya aku merasa kecewa sekali, tapi setelah berkunjung ke istana aku jadi semakin mengerti, bahwa perjuangan butuh pengorbanan. Biarlah aku berkorban tidak ketemu abi, asalkan ekonomi syariah berdiri tegak di Negara Indonesia. Aku berdoa semoga BSM bisa menjadi gerbong ekonomi syariah di dunia. Cie..cie..

Kalau boleh saran, sesuai komitmen presiden yang menjadikan istana sebagai rumah rakyat, seharusnya istana menyediakan fasilitas tour untuk kepentingan anak-anak seperti: pembawa acara yang fun gak monoton, area bermain anak, badut, video presentasi yang lebih fun dan lain-lain. Apalagi pengunjung istana justru lebih banyak anak-anak pelajar. Dan satu lagi, ruang menyusui buat balita kayak aku, xixixi…

Selain itu, aku mau mengucapkan terima kasih buat kakak2 panitia dari BSM Writters. Aku bertekad akan menjadi penulis seperti kakak2 panitia. Makasih juga buat Kakak yang baik2 dan cantik2 yang udah mau gendong2 aku. Aku serasa jadi artis banget. Cihuuuyyy…

Pesan abiku:
#kunjungi BSM di www.syariahmandiri.co.id
#kalau berhutang harus mau bayar. Kalau tidak bayar, tidak diterima Allah kalau wafat

Thursday, September 4, 2014

Pembiayaan Bermasalah

Pembiayaan/kredit bermasalah tidak hanya menjadi virus di bank konvensional, tapi juga mulai menjalar ke bank syariah. Penyebabnya pun kurang lebih sama, antara lain:
1. Faktor bisnis, misal: ditipu rekan bisnis, izin usaha dibekukan, bangkrut, pekerjaan tidak dibayar oleh bowheer, dan lain-lain
2. Faktor karakter, misal: penyimpangan tujuan penggunaan dana, memang berniat "ngemplang", kabur/hilang/skip, dan lain-lain
3. Faktor kejahatan bank, misal: kredit fiktif

Akar permasalahannya sama, kualitas SDM marketing yang masih perlu diupgrade. SDM marketing harus memiliki kemampuan yang luar biasa, antara lain:
1. memiliki pengetahuan/wawasan ttg bisnis, antara lain: memiliki jaringan bisnis, mampu melihat peluang bisnis, mampu menganalisa bisnis, mampu mengidentifikasi risiko dan mampu melakukan mitigasi risiko
2. memiliki pengetahuan hukum
3. memiliki hati yang bersih dari keinginan berbuat "jahat"

Sayangnya tidak mudah merekrut SDM seperti itu, pasti ada kelebihdan dan kekurangan. Maka dari itu bank harus memiliki sistem yang juga mampu menyesuaikan diri dengan berbagai risiko. Bank harus memiliki:
1. sistem rekrutmen yang dinamis
2. sistem benefit yang memadai
3. manajemen risiko yang kuat
4. infrastruktur teknologi yang sesuai
5. produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah (product centric)
6. sistem penagihan yang kuat

Sunday, June 23, 2013

Ulama Pakistan Diminta Bantu Tingkatkan Pemahaman Keuangan Syariah

REPUBLIKA.CO.ID, KARACHI -- Para ahli mendesak bankir, pemodal serta profesional keuangan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang perbankan dan asuransi syariah. Masih banyaknya praktik bank berbasis bunga oleh kalangan Muslim membuat para ahli prihatin.

Para ahli mengimbau seluruh pelaku industri keuangan syariah tekun memperkenalkan sistem berbasis syariah. Perbankan dan asuransi syariah diprediksi tumbuh luar biasa dalam dunia dan pandangan kebutuhan publik.

Penasihat Syariah di Ernst & Young Ford Rhodes Sidat Hyder, Mufti Ibrahim Essa mengatakan kebingungan dan pola pikir negatif masyarakat merupakan hambatan terbesar terhadap ekspansi industri perbankan syariah.

Dia mendesak para ulama dan lembaga pendidikan memberikan kontribusi untuk memodifikasi pola pikir masyarakat terhadap adopsi layanan perbankan

Menurut dia, harus ada celah di industri perbankan syariah yang harus ditangani bersama oleh bank, regulator dan pemerintah. Jika tidak, masyarakat akan terus melanjutkan penggunaan sistem perbankan berbasis bunga.

"Fakta ini akan terjadi, meski sistem keuangan syariah lebih kuat dan lebih baik dari sistem keuangan dan ekonomi lainnya di dunia," kata Essa, seperti dikutip Business Recorder, Ahad (23/6).

Kepala Divisi Pengembangan Produk Perbankan Syariah Habib Bank Limited (HBL), Faizan Ahmed Memon menyarankan masyarakat pada umumnya berusaha untuk memahami sistem perbankan syariah dan keuntungan dibandingkan perbankan konvensional.

Dia mengatakan industri perbankan syariah cukup hebat di Pakistan. Meski begitu, pertumbuhan masih sangat lamban jika dibandingkan penduduk yang mayoritas beragama Muslim.

Kepala Perbankan Syariah Bank Al Falah Limited, Rizwan Atta mengatakan Islam memiliki kode lengkap aspek kehidupan, termasuk aspek keuangan rakyat. "Sistem keuangan syariah bukan hal baru dan kompatibel untuk kebutuhan keuangan dunia saat ini," ujar Atta.

Atta menyebut bankir Islam sangat aktif dalam memperkenalkan produk berbeda bagi nasabah. Tidak hanya memenuhi kebutuhan komersial dan domestik, tetapi juga prinsip-prinsip syariah.

Salah satu usaha Pakistan untuk menggenjot pertumbuhan industri perbankan syariah adalah mengadakan pameran dengan menampilkan pemain kunci industri keuangan syariah.

Bank Al Falah, UBL Ameen, Bank Umum Muslim, Meezan Bank Ltd, Bank Khyber dan Institut Biaya dan Manajemen Akuntan Pakistan (ICMAP) pun telah mendirikan stan untuk menampilkan produk masing-masing.

Reporter : Qommarria Rostanti
Redaktur : Djibril Muhammad








PRODUK TABUNGAN Tabunganku akan dikonsep untuk bank Syariah

JAKARTA. Suksesnya produk tabungan untuk skala mikro, yakni Tabunganku di perbankan konvensional, membuat Bank Indonesia (BI) berencana memperluas produk itu untuk diterapkan di perbankan syariah.

"Masih kami godok. Ini harus bersama dengan bank syariah juga," ucap Direktur Eksekutif Departemen Perbankan Syariah BI, Edy Setiadi, Jumat, (21/6).

Ia menyebutkan, saat ini pembahasan soal produk Tabunganku masih dipelajari, terutama soal fitur dalam produk Tabunganku Syariah.

Yang jelas kata Edy, perihal akad, bentuk kontrak tabungan ini sudah pasti akan menggunakan prinsip syariah. Namun, Edy belum tahu apakah itu titipan wadiah atau bagi hasil seperti mudarabah.

BI juga belum menentukan saldo minimum untuk tabunganku syariah itu. Edy hanya bilang, bisa saja saldo minimumnya adalah Rp 20.000 atau Rp 50.000. Ia yakin bahwa ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menabung di bank syariah.

Jika bisa dijalankan, maka bank sentral akan mengajak semua bank mendistribusikan produk Tabunganku Syariah. Namun BI tidak mengharuskan bank-bank itu untuk menjalankan produk ini.

Nantinya, BI juga akan melakukan sosialisasi produk Tabunganku Syariah ini. Dalam waktu dekat, BI akan melaksanakan acara Gerakan Ekonomi Syariah (Gres). Hal ini terkait dengan rencana beroperasinya kantor pusat dari komunikasi ekonomi syariah.

Perlui diketahui, produk Tabunganku merupakan tabungan yang di konsep tanpa biaya yang diluncurkan BI tahun 2010. Selama dua tahun beroperasi, jumlah rekening TabunganKu telah mencapai 2.554.600 juta rekening dengan nilai Rp 2,7 triliun.

Karena produktif diterapkan di bank konvensional, BI berencana, produk tabungan ini bisa diterapkan di bank syariah.


Oleh Annisa Aninditya Wibawa - Jumat, 21 Juni 2013